DistantNews
Crude Oil Prices Surge Amid Failed US-Iran Talks
๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ Malaysia /Economy & Trade

Crude Oil Prices Surge Amid Failed US-Iran Talks

From Utusan Malaysia · (6m ago) Malay Critical tone

Translated from Malay, summarized and contextualized by DistantNews.

TLDR

  • Global crude oil prices surged due to failed U.S.-Iran negotiations and other factors like supply disruptions and geopolitical risks.
  • Brent crude rose 2.74% to $111.2 per barrel, and West Texas Intermediate (WTI) increased 2.55% to $98.83 per barrel.
  • Malaysia faces mixed impacts: potential revenue gains from higher oil prices versus increased fuel subsidy costs and domestic inflation.

Harga minyak mentah global terus menunjukkan tren kenaikan yang signifikan, dipicu oleh kegagalan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, serta diperparah oleh gangguan pasokan fisik, premi risiko geopolitik, dan kendala logistik yang semakin meruncing. Lonjakan ini berdampak langsung pada pasar energi dunia, dengan harga minyak Brent dan WTI mencatat kenaikan.

Gangguan ketara di laluan strategik Selat Hormuz, yang menyaksikan hampir 20 peratus bekalan minyak global terjejas susulan penutupan hampir menyeluruh sejak Februari lalu. Katanya, situasi ini mencetuskan kejutan bekalan berskala besar, melebihi beberapa krisis tenaga terdahulu.

โ€” Prof. Emeritus Barjoyai BardaiEkonom dari Universitas Tun Abdul Razak, menjelaskan dampak gangguan pasokan minyak global.

Profesor Emeritus Barjoyai Bardai dari Universitas Tun Abdul Razak menyoroti gangguan di Selat Hormuz, yang mengontrol sekitar 20% pasokan minyak global, sebagai penyebab utama kejutan pasokan berskala besar. Selain itu, negara-negara produsen utama seperti Arab Saudi, Irak, dan Uni Emirat Arab dilaporkan terpaksa membatasi produksi karena keterbatasan penyimpanan dan kesulitan ekspor.

Bagi Malaysia, situasi ini menghadirkan dampak yang bercampur. Di satu sisi, sebagai pengekspor bersih minyak, negara berpotensi menikmati peningkatan pendapatan melalui pajak dan dividen perusahaan energi nasional. Namun, di sisi lain, biaya subsidi bahan bakar diperkirakan akan meningkat tajam, memberikan tekanan pada fiskal pemerintah.

Sebagai pengeksport bersih, negara berpotensi menikmati peningkatan hasil melalui cukai petroleum dan dividen syarikat tenaga nasional. Namun, dalam masa sama, kos subsidi bahan api dijangka meningkat dengan ketara, sekali gus menekan kedudukan fiskal kerajaan.

โ€” Prof. Emeritus Barjoyai BardaiMenjelaskan dampak ganda kenaikan harga minyak terhadap ekonomi Malaysia.

Kenaikan harga minyak ini juga mendorong perlunya rasionalisasi subsidi bahan bakar dan penerapan subsidi yang lebih tertarget. Dampak limpahan juga dirasakan melalui peningkatan biaya logistik dan inflasi domestik. Oleh karena itu, sektor industri disarankan untuk meningkatkan efisiensi energi, sementara konsumen didorong untuk mengoptimalkan penggunaan energi dan mengelola keuangan rumah tangga dengan lebih disiplin.

Kenaikan harga minyak global ketika ini dipacu beberapa faktor utama selain gangguan rundingan antara AS dan Iran. Katanya, ini termasuk sikap berhati-hati pengeluar minyak dalam meningkatkan pengeluaran bagi mengelakkan penyusutan stok sekiranya krisis berpanjangan.

โ€” Prof. Dr. Mohd. Rizal PalilProfesor dari Universitas Kebangsaan Malaysia, menambahkan faktor lain yang mendorong kenaikan harga minyak.
DistantNews Editorial

Originally published by Utusan Malaysia in Malay. Translated, summarized, and contextualized by our editorial team with added local perspective. Read our editorial standards.