South Kalimantan Boosts Pest Control to Ensure Stable Rice Production
Translated from Indonesian, summarized and contextualized by DistantNews.
TLDR
- The South Kalimantan Provincial Agriculture and Food Security Service (DPKP Kalsel) is intensifying pest control measures to protect rice production.
- Teams are monitoring crops from the planting phase to anticipate and respond to pest attacks like tungro and brown planthoppers.
- These efforts contribute to South Kalimantan's national top ranking in food security and its significant rice surplus.
Di Kalimantan Selatan, kami di DPKP Kalsel memahami bahwa ketahanan pangan adalah fondasi kemakmuran daerah. Oleh karena itu, kami tidak main-main dalam upaya menjaga stabilitas produksi padi, komoditas vital bagi masyarakat kami. Penguatan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah strategis untuk mengantisipasi ancaman hama yang bisa menggerus hasil panen petani kita.
Dengan mengerahkan tim Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) sejak dini, kami memastikan bahwa setiap potensi serangan hama, seperti tungro maupun wereng, dapat dideteksi dan ditangani dengan cepat. Pendekatan terpadu, yang mencakup penggunaan benih unggul tahan penyakit seperti varietas Inpari 32, menjadi kunci kami. Kami percaya bahwa inovasi dan kewaspadaan adalah dua sisi mata uang yang sama dalam menjamin produktivitas optimal bagi para petani kita.
seluruh personel POPT telah dikerahkan melalui Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) untuk melakukan pemantauan intensif di sentra produksi.
Keberhasilan Kalimantan Selatan menduduki peringkat pertama Indeks Ketahanan Pangan nasional pada tahun 2025 bukanlah hasil kebetulan. Ini adalah buah dari kerja keras, konsistensi dalam penguatan produksi, dan penerapan teknologi pertanian yang tepat sasaran. Dengan produksi padi yang mencapai 1,2 juta ton dan surplus yang signifikan, kami bangga menjadi satu-satunya provinsi di Kalimantan yang mencapai capaian ini. Target kami di tahun 2026 adalah mempertahankan prestasi ini, bahkan meningkatkannya melalui inovasi berkelanjutan dalam pengendalian risiko produksi. Bagi kami, menjaga lumbung pangan adalah prioritas utama.
pengendalian hama harus dilakukan secara terpadu dengan pendekatan preventif dan responsif, termasuk penggunaan benih unggul tahan penyakit.
Originally published by Republika in Indonesian. Translated, summarized, and contextualized by our editorial team with added local perspective. Read our editorial standards.